MASJID LAYUR SEMARANG
Sebagai kota bersejarah di Jawa Tengah, Kota Semarang tak hanya memiliki
destinasi wisata Lawang Sewu atau Kota Lama. Daerah yang pernah menjadi
pusat pemerintahan era kolonial Belanda itu juga memiliki bangunan
kuno, yang menjadi simbol agamis umat muslim pada sekitar satu abad
silam.
Namanya Masjid Layur. Orang Semarang lebih mengenal dengan nama Masjid
Menara Kampung Melayu. Bangunan megah yang terletak di jalan Layur,
Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara itu konon menjadi saksi bisu jejak
perdagangan tertua di Semarang.
Masjid bercorak geometrik dengan hiasan warna warni itu pun masih
terlihat asli. Pada Bagian kanan dan kiri masjid terdapat bangunan tua
dengan ukuran besar. Di sebelah timur mengalir air kali Semarang sebagai
salah satu jalur transportasi perdagangan penting di masa kolonial
Belanda.
Hal yang unik dari masjid ini adalah bentuk bangunan yang kental dengan bangunan di Timur Tengah. Hal tersebut tampak pada menara yang berdiri kokoh didepan pintu masuk masjid. Adapun bangunan utama masjid bergaya khas Jawa dengan atap masjid susun tiga.
Dari gaya arsitekturnya, Masjid Layur merupakan percampuran dari tiga budaya yakni, Jawa, Melayu, dan Arab. Dari segi keasliannya, Masjid Layur masih seperti pertama kali dibuat. Hanya ada sedikit perbaikan dan penggantian pada bagian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola di sisi kanan masjid.
Hingga saat ini, Masjid Layur masih dipergunakan oleh warga sekitar untuk beribadah.
Tampak Dari Pintu Masuk
Hal yang unik dari
masjid ini adalah bentuk bangunan yang kental dengan bangunan di Timur
Tengah. Hal tersebut tampak pada menara yang berdiri kokoh di depan
pintu masuk masjid. Adapun bangunan utama masjid bergaya khas Jawa
dengan atap masjid susun tiga.
Dari gaya arsitekturnya, Masjid Layur merupakan percampuran dari tiga
budaya yakni, Jawa, Melayu, dan Arab. Dari segi keasliannya, Masjid
Layur masih seperti pertama kali dibuat. Hanya ada sedikit perbaikan dan
penggantian pada bagian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola di
sisi kanan masjid.
Hingga saat ini, Masjid Layur masih dipergunakan oleh warga sekitar
untuk beribadat.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk Mengenal Wisata Sejarah di Semarang", https://travel.kompas.com/read/2009/07/01/15352560/yuk.mengenal.wisata.sejarah.di.semarang.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk Mengenal Wisata Sejarah di Semarang", https://travel.kompas.com/read/2009/07/01/15352560/yuk.mengenal.wisata.sejarah.di.semarang.
Hal yang unik dari
masjid ini adalah bentuk bangunan yang kental dengan bangunan di Timur
Tengah. Hal tersebut tampak pada menara yang berdiri kokoh di depan
pintu masuk masjid. Adapun bangunan utama masjid bergaya khas Jawa
dengan atap masjid susun tiga.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk Mengenal Wisata Sejarah di Semarang", https://travel.kompas.com/read/2009/07/01/15352560/yuk.mengenal.wisata.sejarah.di.semaran
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk Mengenal Wisata Sejarah di Semarang", https://travel.kompas.com/read/2009/07/01/15352560/yuk.mengenal.wisata.sejarah.di.semaran
Hal yang unik dari
masjid ini adalah bentuk bangunan yang kental dengan bangunan di Timur
Tengah. Hal tersebut tampak pada menara yang berdiri kokoh di depan
pintu masuk masjid. Adapun bangunan utama masjid bergaya khas Jawa
dengan atap masjid susun tiga.
Dari gaya arsitekturnya, Masjid Layur merupakan percampuran dari tiga
budaya yakni, Jawa, Melayu, dan Arab. Dari segi keasliannya, Masjid
Layur masih seperti pertama kali dibuat. Hanya ada sedikit perbaikan dan
penggantian pada bagian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola di
sisi kanan masjid.
Hingga saat ini, Masjid Layur masih dipergunakan oleh warga sekitar
untuk beribadat.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk Mengenal Wisata Sejarah di Semarang", https://travel.kompas.com/read/2009/07/01/15352560/yuk.mengenal.wisata.sejarah.di.semarang.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk Mengenal Wisata Sejarah di Semarang", https://travel.kompas.com/read/2009/07/01/15352560/yuk.mengenal.wisata.sejarah.di.semarang.
Hal yang unik dari
masjid ini adalah bentuk bangunan yang kental dengan bangunan di Timur
Tengah. Hal tersebut tampak pada menara yang berdiri kokoh di depan
pintu masuk masjid. Adapun bangunan utama masjid bergaya khas Jawa
dengan atap masjid susun tiga.
Dari gaya arsitekturnya, Masjid Layur merupakan percampuran dari tiga
budaya yakni, Jawa, Melayu, dan Arab. Dari segi keasliannya, Masjid
Layur masih seperti pertama kali dibuat. Hanya ada sedikit perbaikan dan
penggantian pada bagian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola di
sisi kanan masjid.
Hingga saat ini, Masjid Layur masih dipergunakan oleh warga sekitar
untuk beribadat.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk Mengenal Wisata Sejarah di Semarang", https://travel.kompas.com/read/2009/07/01/15352560/yuk.mengenal.wisata.sejarah.di.semarang.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk Mengenal Wisata Sejarah di Semarang", https://travel.kompas.com/read/2009/07/01/15352560/yuk.mengenal.wisata.sejarah.di.semarang.
Hal yang unik dari
masjid ini adalah bentuk bangunan yang kental dengan bangunan di Timur
Tengah. Hal tersebut tampak pada menara yang berdiri kokoh di depan
pintu masuk masjid. Adapun bangunan utama masjid bergaya khas Jawa
dengan atap masjid susun tiga.
Dari gaya arsitekturnya, Masjid Layur merupakan percampuran dari tiga
budaya yakni, Jawa, Melayu, dan Arab. Dari segi keasliannya, Masjid
Layur masih seperti pertama kali dibuat. Hanya ada sedikit perbaikan dan
penggantian pada bagian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola di
sisi kanan masjid.
Hingga saat ini, Masjid Layur masih dipergunakan oleh warga sekitar
untuk beribadat.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk Mengenal Wisata Sejarah di Semarang", https://travel.kompas.com/read/2009/07/01/15352560/yuk.mengenal.wisata.sejarah.di.semarang.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk Mengenal Wisata Sejarah di Semarang", https://travel.kompas.com/read/2009/07/01/15352560/yuk.mengenal.wisata.sejarah.di.semarang.
Hal yang unik dari
masjid ini adalah bentuk bangunan yang kental dengan bangunan di Timur
Tengah. Hal tersebut tampak pada menara yang berdiri kokoh di depan
pintu masuk masjid. Adapun bangunan utama masjid bergaya khas Jawa
dengan atap masjid susun tiga.
Dari gaya arsitekturnya, Masjid Layur merupakan percampuran dari tiga
budaya yakni, Jawa, Melayu, dan Arab. Dari segi keasliannya, Masjid
Layur masih seperti pertama kali dibuat. Hanya ada sedikit perbaikan dan
penggantian pada bagian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola di
sisi kanan masjid.
Hingga saat ini, Masjid Layur masih dipergunakan oleh warga sekitar
untuk beribadat.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk Mengenal Wisata Sejarah di Semarang", https://travel.kompas.com/read/2009/07/01/15352560/yuk.mengenal.wisata.sejarah.di.semarang.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk Mengenal Wisata Sejarah di Semarang", https://travel.kompas.com/read/2009/07/01/15352560/yuk.mengenal.wisata.sejarah.di.semarang.
Hal yang unik dari
masjid ini adalah bentuk bangunan yang kental dengan bangunan di Timur
Tengah. Hal tersebut tampak pada menara yang berdiri kokoh di depan
pintu masuk masjid. Adapun bangunan utama masjid bergaya khas Jawa
dengan atap masjid susun tiga.
Dari gaya arsitekturnya, Masjid Layur merupakan percampuran dari tiga
budaya yakni, Jawa, Melayu, dan Arab. Dari segi keasliannya, Masjid
Layur masih seperti pertama kali dibuat. Hanya ada sedikit perbaikan dan
penggantian pada bagian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola di
sisi kanan masjid.
Hingga saat ini, Masjid Layur masih dipergunakan oleh warga sekitar
untuk beribadat.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk Mengenal Wisata Sejarah di Semarang", https://travel.kompas.com/read/2009/07/01/15352560/yuk.mengenal.wisata.sejarah.di.semarang
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk Mengenal Wisata Sejarah di Semarang", https://travel.kompas.com/read/2009/07/01/15352560/yuk.mengenal.wisata.sejarah.di.semarang
0 Komentar